Senin, 14 November 2011

PENGIKATAN N OLEH RHIZOBIUM

RHIZOBIUM

            Rhizobium bersimbiosis dengan tanaman leguminase. Rhizobium dapat memenuhi 50-75% dari kebutuhan tanaman.
            Untuk mengetahui adanya simbiosis antara tanaman dengan rhizobium ditandai bintil akar. pengikatan N oleh Rhizobium berlangsung dibintil akar.
            Sebagai inang, tanaman itu menyediakan tempat, energi dan nutrisi bagi Rhizobium untuk menambat N, sebaliknya tanaman menerima N yang diikat oleh Rhizobium dibintil akar.
            Didalam proses penambatan tidak semua berlangsung efektif. setiap Rhizobium dapat bersimbiosis secara efektif dengan satu atau sekelompok kacang-kacangan tertentu.
misalnya:
- Rhizobium phaseoli bersimbiosis dengan tanaman Kacang hijau
- Brady rhizobium spp bersimbiosis dengan tanaman Kacang tanah, Kacang gude
- Rhizobium japanicum bersimbiosis dengan tanaman Kacang kedelai

             Dalam proses pengikatan N perlu diperhatikan faktor pendukungnya terpenuhi. faktor tersebut adalah sebagai berikut :

1. Rhizobium yang efektif dan populasi yang cukup
2. Lingkungan tumbuh yang optimal dari segi unsur hara,pH tanah dan kelembaban
3. Tanaman kacang-kacangan dari varietas yang membentuk bintil akar


Populasi dan Efektifitas Rhizobium Dalam Tanah

              Populasi rhizobium baik ukuran maupun efektifitasnya menentukan keberhasilan fiksasi N. persaingan untuk membentuk bintil akar biasanya dimenangkan oleh stronge Rhizobium yang populasinya lebih tinggi.
              Populasi yang tinggi umumnya kelembaban cukup tinggi dan sedang ditanami tanaman legume. efektif atau tidaknya rhizobium didalam tanah dapat diamati dari binti akar dan pertumbuhan tanaman .

kondisi tanaman/bintil akar

a. Tidak terdapat bintil akar
    Tidak terdapat Rhizobium akar yang mampu menginfeksi tanaman.
b. Bintil berukuran kecil diperakaran dan daun berwarna kuning
    Rhizobium alam tidak efektif mengikat N
c. Terdapat sedikit bintil akar dan daun berwarna hijau segar
    Kandungan N dalam tanah tinggi, rhizobium alam mungkin efektif atau tidak.
d. Terdapat banyak bintil berukuran besar, daun berwarna hijau segar
    Rhizobium alam ini efektif dan inokulasi Rhizobium tidak diperlukan


N yang dikumpulkan pada bintil akar akan digunakan untuk  :
  • Dimanfaatkan langsung oleh tanaman legume itu sendiri
  • Dapat dikeluarkan dari nodul tersebut dan dimanfaatkan tanaman lain atau dijerap oleh kompleks liat humus
  • apabila tanaman legume tersebut dibenamkan dalam tanah maka lambat laun N seluruhnya terikat oleh tanaman
           Inokulan Rhizobium untuk inokulasi Rhizobium dapat digunakan inokulan malam yang berasal dari tanah dan inokulan biakan murni yang masing-masing punya sifat tersendiri  :

1. Inokulan tanah 
             sebagai inokulan Rhizobium antara lain dapat digunakan tanah bekas kacang-kacangan sejenis dengan tanaman yang akan diinokulasi, dan telah menunjukan bintil akarnya efektif.
             Inokulasi dengan tanah tidak efektif, karena  :
- Butuh biaya tinggi (biaya pengangkutan)
- Inokulan benih memerlukan tanah yang beratnya  = 0,3 ton/ha berat benih yang akan diinokulasi
- Kemungkinan ikut sertanya Mikroorganisme lain terutama pathogen kedaerah yangt baru.

2. Biakan Murni
             Inokulasi biakan murni ini biasanya lebih murah dan mudah mengaplikasikannya. biasanya 4,5 g inokulan murni/benih
caranya  :
- benih dibasahi dengan sedikit air + gula
- inokulan dicampur rata dengan benih
- lalu benih dikering anginkan ditempat teduh
- diberi bahan perekat sehingga tersuspensi


inokulasi ini harus menghindari suhu tinggi. jika suhunya >40 c biasanya kurang efektif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar